KENDARI, Kongkritpost.com- Sejumlah siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa tersebut mendatangi Puskesmas Motaha, Kecamatan Angata, dengan keluhan beragam. Mulai dari mual, muntah, buang air besar berulang kali, pusing, hingga kondisi yang dilaporkan disertai kejang.
Keluhan itu disebut mulai dirasakan sebagian siswa setelah mereka pulang ke rumah usai mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program MBG. Gejala pada sejumlah siswa lainnya dilaporkan berlanjut hingga keesokan hari.
Seiring bertambahnya siswa yang mengeluhkan kondisi serupa, pihak sekolah bersama petugas kesehatan mengarahkan mereka untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis.
Siswa yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 10 Konawe Selatan, SD Negeri 1 Angata, SD Negeri 4 Angata, serta sekolah yang disebut sebagai Pos 12.
Pendataan terhadap siswa yang membutuhkan penanganan masih berlangsung. Jumlah pasti korban belum dapat dipastikan karena pasien dilaporkan terus berdatangan ke Puskesmas Motaha.
Situasi tersebut membuat tenaga kesehatan harus bekerja ekstra. Keterbatasan ruang perawatan menjadi tantangan tersendiri ketika sejumlah siswa membutuhkan penanganan dalam waktu bersamaan.
Bahkan, karpet dibentangkan di lantai untuk membantu menampung pasien yang membutuhkan perawatan. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami lemas dan pusing, sementara keluhan kejang juga disebut muncul pada beberapa korban.
Di tengah situasi itu, pihak sekolah mengambil langkah antisipatif terhadap penyajian makanan program MBG.
Kepala SMA Negeri 10 Konawe Selatan, Li, menyatakan bahwa untuk sementara pihaknya menolak menu MBG yang disediakan pada hari tersebut. Penyajian makanan dihentikan sementara sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kejadian yang dialami para siswa ujarnya saat dikonfirmasi Kongkritpost.com Rabu (14/10/2026)
Langkah tersebut diambil ketika penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum diketahui secara resmi.
Dugaan keterkaitan antara keluhan para siswa dan makanan MBG masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, diperlukan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi, termasuk pemeriksaan medis serta pengujian sampel apabila diperlukan, untuk memastikan penyebab kejadian.
Hingga informasi ini disusun, pemantauan terhadap kondisi para siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Motaha masih dilakukan. Perkembangan jumlah pasien dan hasil pemeriksaan penyebab kejadian belum diperoleh dalam keterangan yang tersedia.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan siswa dari beberapa jenjang pendidikan. Kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan, kondisi terkini para siswa, serta hasil pemeriksaan terhadap makanan menjadi hal penting yang ditunggu untuk menjawab dugaan keracunan tersebut*

















