KENDARI, Kongkritpost.com- Pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus menjadi perhatian di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Di Kendari, SPBU 74.93107 depan Rabam memasang imbauan tegas mengenai pengisian Pertalite berulang kali, terutama bagi kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi atau rakitan.

Screenshot 20261010 153441 Gallery 1

Peringatan tersebut disampaikan melalui spanduk di area SPBU. Pengelola menegaskan tidak melayani pengisian Pertalite secara berulang untuk kendaraan yang dinilai berpotensi digunakan mengangkut BBM dalam jumlah besar.

Dalam pengumuman itu, sepeda motor Suzuki Thunder secara khusus disebut, bersama kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berukuran besar yang menggunakan tangki modifikasi atau rakitan.

“SPBU ini TIDAK MELAYANI PENGISIAN BBM PERTALITE berulang-ulang untuk motor Suzuki Thunder dan segala jenis kendaraan roda 2, roda 4, ataupun kendaraan besar dengan tangki modifikasi/rakitan,” demikian bunyi imbauan yang tertera pada spanduk tersebut, Sabtu (10/10/2026).

Kebijakan yang disosialisasikan melalui spanduk itu ditujukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk praktik pembelian berulang yang diduga dilakukan untuk mengumpulkan BBM dalam jumlah besar.

Pengawasan tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga agar penyaluran Pertalite tetap tertib dan masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai ketentuan yang berlaku.

Kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi menjadi perhatian karena kapasitasnya dapat berbeda dari standar pabrikan. Meski demikian, dugaan penyalahgunaan tetap perlu dinilai berdasarkan kondisi dan bukti di lapangan, bukan semata-mata dari jenis kendaraan yang digunakan.

Selain mengingatkan soal tangki modifikasi, konsumen juga diminta menjaga keamanan kode QR yang digunakan dalam proses penyaluran BBM bersubsidi.

Kode QR yang terhubung dengan data kendaraan merupakan bagian dari mekanisme verifikasi. Karena itu, konsumen diimbau tidak membagikan kode tersebut kepada orang lain agar tidak digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Apabila konsumen mendapati kode QR bermasalah atau digunakan pihak lain, mereka disarankan mengakses kanal resmi Pertamina untuk memperoleh petunjuk penanganan yang sesuai dengan kondisi akun dan kendaraannya.

Informasi mengenai pengaturan ulang kode QR perlu mengikuti prosedur resmi yang berlaku. Konsumen sebaiknya memastikan menu dan tahapan yang tersedia melalui aplikasi atau layanan resmi Pertamina sebelum melakukan perubahan.

Melalui imbauan tersebut, SPBU 74.93107 depan Rabam mengajak konsumen ikut menjaga ketertiban pengisian Pertalite. Pengawasan di SPBU dan kedisiplinan pengguna diharapkan dapat membantu mencegah penyalahgunaan sekaligus menjaga distribusi BBM bersubsidi agar berjalan sesuai peruntukannya*