KENDARI, Kongkritpost.com-Musim hujan belum tentu membawa persoalan jika saluran air berfungsi dengan baik. Namun, bagi kawasan Pasar Panjang di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kendari, kondisi drainase di depan pasar mulai menjadi perhatian.
Pengelola pasar Panjang meminta Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera meninjau saluran air di kawasan tersebut. Perbaikan dinilai penting untuk mengantisipasi genangan ketika intensitas hujan meningkat.
Persoalannya bukan semata-mata soal ukuran saluran. Keberadaan lapak pedagang kaki lima yang menutupi bagian atas selokan juga menjadi perhatian karena dikhawatirkan menyulitkan aliran air dan pemeliharaan drainase.
Berdasarkan laporan warga dan pantauan di lapangan, sejumlah lapak menggunakan papan kayu sebagai alas atau lantai yang menutupi saluran air. Kondisi ini dikhawatirkan membuat petugas kesulitan memeriksa bagian dalam selokan, terutama ketika terjadi penumpukan sampah dan endapan lumpur.
Kepala Pasar Panjang meminta Dinas PUPR Kendari melihat langsung kondisi tersebut sekaligus mempertimbangkan pembangunan drainase yang lebih memadai.
“Penutupan saluran air menggunakan papan ini berpotensi besar mengakibatkan aliran air tersumbat. Kami meminta Dinas PUPR Kota Kendari turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi ini dan merealisasikan pembuatan drainase yang memadai,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Bagi kawasan pasar tradisional, drainase memiliki fungsi yang tidak bisa dianggap sepele. Aktivitas perdagangan berlangsung setiap hari, sementara sampah dan sisa kegiatan pasar berpotensi masuk ke saluran air apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara rutin.
Ketika saluran tertutup dan sulit dijangkau, pembersihan pun berpotensi menjadi lebih rumit. Jika aliran air terganggu saat hujan deras, genangan dapat menghambat aktivitas pedagang maupun pengunjung.
Karena itu, pengelola pasar panjang berharap penanganan tidak berhenti pada pembersihan selokan sesaat. Perbaikan permanen dengan desain yang memudahkan pemeliharaan dinilai lebih dibutuhkan untuk jangka panjang.
Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah penggunaan penutup drainase berteralis atau grating pada bagian yang memungkinkan, disertai akses pemeriksaan dan pembersihan berkala. Namun, bentuk konstruksi dan penerapannya tetap perlu ditentukan berdasarkan kondisi teknis di lapangan.
Kawasan Bonggoeya dan sekitarnya juga menjadi alasan mengapa persoalan ini perlu mendapat perhatian sebelum hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Penanganan sejak dini diharapkan dapat mengurangi risiko genangan sekaligus menjaga kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut Pemkot Kendari, khususnya Dinas PUPR. Peninjauan lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi saluran, mengidentifikasi titik yang berpotensi tersumbat, serta menentukan kebutuhan perbaikan yang sesuai.
Penataan lapak dan pemeliharaan drainase juga perlu berjalan beriringan. Saluran yang telah dibangun dengan baik akan sulit berfungsi optimal apabila akses pembersihannya kembali tertutup atau sampah dibiarkan menumpuk.
Bagi pedagang dan warga yang beraktivitas di Pasar Panjang, harapannya sederhana: ketika hujan turun, air dapat mengalir tanpa mengganggu kegiatan jual beli.
Sebab, mencegah banjir tidak cukup dengan menunggu air meluap lalu membersihkannya. Saluran harus dibenahi, dirawat, dan dipastikan tetap berfungsi sebelum hujan deras datang*















