KENDARI, Kongkritpost.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai melirik pendekatan berbeda dalam mempromosikan sektor pariwisata. Tak hanya mengandalkan promosi konvensional, pemerintah kini menggabungkan kekuatan wisata dan olahraga melalui kegiatan paralayang.
Langkah ini diyakini mampu memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Sultra sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan maupun pegiat olahraga dirgantara.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menilai kegiatan paralayang memiliki nilai strategis karena mampu memperkenalkan keindahan alam daerah kepada lebih banyak orang.
Dari udara, para peserta dapat menikmati panorama alam Sultra secara menyeluruh, mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, hingga bentang alam yang menjadi daya tarik wisata daerah.
“Ini merupakan kesempatan kita untuk menjual potensi daerah. Bagi mereka, ini kesempatan untuk berwisata dan menikmati keindahan alam. Melalui kegiatan destinasi wisata ini, mereka juga bisa membantu mempromosikan keindahan yang ada di tempat kita,” kata Andi Sumangerukka, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan komunitas paralayang memberikan keuntungan tersendiri bagi daerah. Selain datang sebagai peserta olahraga, mereka juga membawa jaringan komunitas yang luas dan berpotensi menjadi media promosi yang efektif.
Setiap dokumentasi yang dibagikan melalui media sosial maupun komunitas olahraga dapat memperkenalkan destinasi wisata Sulawesi Tenggara kepada masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional.
Karena itu, pemerintah melihat kegiatan paralayang bukan hanya sebagai ajang olahraga, melainkan bagian dari strategi pengembangan sport tourism yang mampu mendorong sektor pariwisata daerah.
Jika selama ini promosi wisata lebih banyak dilakukan oleh instansi pariwisata, kolaborasi dengan komunitas olahraga diyakini dapat menghasilkan efek promosi yang lebih besar dan menjangkau berbagai kalangan.
Selain memperkenalkan destinasi wisata, kegiatan seperti ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan, aktivitas usaha kuliner, penginapan, hingga sektor jasa lainnya.
Meski pelaksanaannya masih bersifat perdana dan dilakukan secara swadaya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut positif tingginya antusiasme yang ditunjukkan para peserta maupun komunitas paralayang.
Andi Sumangerukka bahkan membuka peluang dukungan pemerintah yang lebih besar pada masa mendatang apabila kegiatan tersebut terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Semoga dari kegiatan ini animonya makin banyak. Kalau ke depan fiskal kita sudah membaik dan memungkinkan, insyaallah akan kita upayakan untuk dianggarkan melalui APBD,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menjadikan sport tourism sebagai salah satu instrumen promosi daerah. Dengan memadukan wisata dan olahraga, Sulawesi Tenggara berharap semakin banyak orang mengenal dan tertarik mengunjungi berbagai destinasi unggulan yang dimiliki daerah ini.
Bagi Sultra, paralayang bukan sekadar aktivitas di udara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara baru memperlihatkan keindahan alam daerah dari sudut pandang yang berbeda sekaligus memperluas promosi wisata hingga ke luar daerah*











