KOLTIM, Kongkritpost.com- Sebuah persinggahan kadang bisa menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang, Sorombipi merasakan itu.
Destinasi wisata di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tersebut mendapat kunjungan Ketua TP PKK Sulawesi Tenggara Arinta Andi Sumangerukka bersama Kepala Dinas Pariwisata Sultra dan rombongan Famtrip Overland,
Bagi Koltim, ini bukan sekadar kunjungan wisata, Ada expos yang ikut dibawa, Ada kamera yang mengabadikan, Ada cerita yang berpotensi menyebar.
Dan ada peluang untuk membuat nama Sorombipi keluar dari lingkaran wisata lokal menuju panggung yang lebih luas.
Plt Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka menyambut hangat kunjungan tersebut.
Ia menganggap kehadiran rombongan Famtrip Overland sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap potensi wisata daerah.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur, kami sangat bersyukur dan berterima kasih serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan ini,” ujar Yosep Pada Minggu (9/8/2026)
Ada hal menarik di balik kunjungan tersebut.
Namun, dalam perjalanan melintasi wilayah Sulawesi Tenggara, rombongan akhirnya menyempatkan diri singgah.
Inilah kekuatan destination branding di era digital.
Karena itu, Yosep berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda perjalanan.
Ia ingin ada efek lanjutan, Sorombipi semakin dikenal, Pengunjung bertambah, Dan geliat ekonomi masyarakat ikut bergerak.
“Semoga setelah kunjungan ini, tempat wisata Sorombipi akan semakin viral dan semakin banyak pengunjungnya,” harapnya.
Namun Yosep memahami, viral bukanlah garis finis, Viral hanya pintu masuk.
Setelah wisatawan datang, destinasi harus mampu memberikan pengalaman.
Karena itu, Pemkab Koltim berharap pengembangan Sorombipi ke depan mendapat perhatian lebih serius.
“Kami tetap berharap ke depan bagaimana tempat wisata ini bisa dibantu untuk lebih ditata lagi, supaya lebih menarik untuk pengembangan berikutnya,” ungkap Yosep.
Penataan kawasan, peningkatan fasilitas, infrastruktur pendukung hingga promosi berkelanjutan menjadi pekerjaan rumah yang berjalan beriringan.
Sebab, wisata tidak hanya menjual panorama, Wisata juga menjual kenyamanan, Menjual pengalaman, Menjual cerita.
Dan pada akhirnya, menjual alasan agar orang ingin kembali.
Yosep optimistis, dukungan pemerintah provinsi dan sinergi lintas sektor dapat membuat potensi wisata Koltim semakin berkembang.
Apalagi, Famtrip Overland membawa konsep perjalanan lintas wilayah.
Rombongan menjelajahi Bombana, Kolaka hingga Kolaka Timur.
Model perjalanan semacam ini membuka peluang terbentuknya tourism corridor atau koridor wisata antardaerah.
Wisatawan tidak lagi diarahkan hanya menuju satu titik.
Mereka menikmati perjalanan sebagai satu rangkaian pengalaman, Dari satu kabupaten ke kabupaten lain, Dari satu destinasi ke destinasi berikutnya.
Jika ekosistem ini tumbuh, dampaknya tidak berhenti di pintu masuk objek wisata.
Ada multiplier effect yang bisa ikut bergerak, Wisatawan datang, UMKM berjualan, Kuliner lokal ikut terangkat, Produk kerajinan mendapat pasar, Jasa transportasi ikut bergerak, Penginapan mendapat pelanggan, Masyarakat sekitar memperoleh peluang ekonomi.
Karena itu, sebuah destinasi wisata pada dasarnya bukan hanya soal tempat indah.
Ia adalah mesin ekonomi yang bisa menghidupkan banyak sektor sekaligus.
Kunjungan Arinta Andi Sumangerukka bersama Kadispar Sultra dan rombongan Famtrip Overland
Tinggal bagaimana kedepan itu dijaga, Promosi harus berkelanjutan, Kawasan harus dibenahi, Fasilitas ditingkatkan.
Dan pengalaman wisatawan harus diperkuat.
Jika semua bergerak bersama, persinggahan Famtrip Overland bisa menjadi lebih dari sekadar catatan perjalanan.
Ia bisa menjadi titik awal.
Dari Sorombipi, Kolaka Timur sedang mencoba mengirim satu pesan sederhana ke luar daerah, Ada destinasi yang layak dikunjungi di sini.
Dan namanya Sorombipi*











