KENDARI, Kongkritpost.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mengembangkan Kolompok Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh Indonesia. Dalam upaya ini, Kemenkominfo telah menyediakan berbagai sarana komunikasi kepada ribuan KIM di berbagai daerah.
Festival KIM 2024 direncanakan sebagai acara untuk menghargai KIM yang berhasil dan memberikan kesempatan kepada KIM terbaik dari setiap provinsi untuk memamerkan prestasinya. Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, dipilih sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan acara ini.
Direktorat Jenderal Tata Kelola & Kemitraan Komunikasi Publik (TKKKP) Kemenkominfo mengadakan Rapat Koordinasi untuk membahas penyelenggaraan Festival KIM 2024. Rapat ini diadakan di Kota Kendari dan dihadiri oleh para pejabat terkait jelasnya Jumat (3/5/2024)
Dalam rapat tersebut, Direktorat TKKKP Kemenkominfo menyampaikan rencana kegiatan Festival KIM. Mereka menyoroti manfaat penyelenggaraan acara ini bagi tuan rumah, seperti peningkatan pariwisata, promosi daerah, dan dukungan terhadap program nasional.
Tujuan utama dari Festival KIM adalah memperkenalkan peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat inovasi, kompetisi, dan kolaborasi antar KIM di seluruh Indonesia serta memberikan penghargaan kepada mitra strategis pemerintah atas kontribusinya dalam komunikasi publik.
Festival KIM 2024 akan melibatkan KIM dari 38 provinsi di Indonesia dan melibatkan juri dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi, dan masyarakat umum. Para peserta akan berkompetisi dalam beberapa bidang, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, dan seni budaya.
Selain itu, Kemenkominfo akan memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi penjurian, penghargaan, dan pelatihan untuk KIM. Dukungan dari pemerintah daerah sebagai tuan rumah juga diharapkan untuk suksesnya acara ini.
Semoga Festival KIM Nasional 2024 di Kota Kendari dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan komunikasi publik di Indonesia( Red)






Tinggalkan Balasan