KENDARI, Kongkritpost.com-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, melihat langsung potensi besar pariwisata daerah saat mengikuti Famtrip Overland yang menyusuri sejumlah destinasi di Sultra.

Perjalanan lintas kabupaten tersebut tidak sekadar menjadi agenda menikmati panorama. Bagi Arinta, perjalanan itu sekaligus menjadi cara melihat dari dekat bagaimana destinasi wisata Sultra bisa dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas.
Famtrip Overland berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026. Rombongan menjelajahi sejumlah destinasi di Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka, hingga Kabupaten Kolaka Timur.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Site Paralayang Puncak Indah Kapu 3 di Desa Sanisani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka.

Arinta mengaku mendapatkan pengalaman menarik sepanjang perjalanan. Ia melihat karakter wisata Sultra sangat beragam, mulai dari kawasan perbukitan hingga pesisir pantai.
“Alhamdulillah tripnya sangat menarik. Saya yakin kalau nanti kita promosikan kepada masyarakat di Sulawesi Tenggara dan masyarakat Indonesia, insya Allah mereka akan lebih tertarik,” kata Arinta, Minggu (9/8/2026).
Rute perjalanan memperlihatkan kekayaan destinasi yang dimiliki Sultra.
Rombongan sebelumnya menyambangi Bukit Pajongang di Bombana, kemudian bergerak menuju Pantai Kalomang di Kolaka. Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Bukit Sani-Sani sebelum rombongan menjadwalkan kunjungan ke salah satu destinasi di Kolaka Timur.
Menurut Arinta, keberagaman tersebut justru menjadi modal penting Sultra dalam membangun sektor pariwisata.
“Karena kita jalan mulai dari Bukit Pajongang di Bombana, kemudian ke Pantai Kalomang di Kolaka, dan hari ini juga di Bukit Sani-Sani di Kolaka. Nanti sebelum pulang kita mungkin mampir juga ke salah satu wisata di Kolaka Timur,” ujarnya.
Ia menilai promosi wisata akan lebih kuat ketika dilakukan dengan melihat dan merasakan langsung kondisi destinasi.
Dengan cara itu, promosi tidak berhenti pada foto atau informasi di media sosial. Pengalaman perjalanan dapat menjadi cerita yang lebih hidup untuk memperkenalkan destinasi kepada calon wisatawan.
Arinta pun berharap kegiatan Famtrip Overland tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan.
Menurutnya, kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan menjangkau lebih banyak destinasi di Sultra. Ia bahkan membuka peluang untuk kembali mengikuti perjalanan wisata bersama Dinas Pariwisata Sultra.
“Insya Allah nanti kalau misalnya ada waktu, kita rencanakan lagi. Kalau ini kan di daratan,” katanya.
Namun bagi Arinta, ukuran keberhasilan pariwisata tidak semata-mata terletak pada semakin banyaknya wisatawan yang datang.
Yang jauh lebih penting adalah apakah geliat kunjungan wisata ikut dirasakan masyarakat sekitar.
Ketika destinasi semakin dikenal, peluang ekonomi ikut terbuka. UMKM, pedagang kuliner, pelaku ekonomi kreatif, jasa transportasi hingga usaha masyarakat di sekitar kawasan wisata dapat ikut bergerak.
“Harapannya tentu pariwisata akan lebih bergairah lagi dan memberikan nilai tambah perekonomian di masyarakat sekitarnya,” pungkas Arinta.
Famtrip Overland akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan menikmati panorama Sultra.
Rangkaian perjalanan tersebut mempertemukan pengalaman wisata, promosi destinasi dan gagasan pengembangan ekonomi lokal dalam satu gerakan.
Dari Bombana hingga Kolaka, potensi itu sudah terlihat. Tantangannya kini adalah bagaimana membuat pesona tersebut semakin dikenal dan manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat*











