KENDARI, Kongkritpost.com-Persaingan di ajang Finance Sport and Art (Finspora) 2026 akhirnya berakhir. Bank Sultra keluar sebagai kontingen paling dominan dan berhak menyandang predikat juara umum.

Screenshot 20260816 184955 Gallery

Bukan dengan selisih tipis.

Bank Sultra mengumpulkan lima medali emas dan dua medali perak dari sejumlah cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan.

Hasil itu sekaligus mengantarkan Piala Bergilir Finspora 2026 ke Bank Sultra.

Piala tersebut diserahkan pada malam penutupan Finspora di The Park Mall Kendari, Ahad (9/8/2026), setelah rangkaian kompetisi berlangsung sejak 2 Agustus.

FB IMG 1786876093954

Lima emas Bank Sultra masing-masing lahir dari badminton, tenis lapangan, Fun Run 5K putri, voli putri dan tenis meja.

Sementara dua perak diraih dari Fun Run 5K putra serta lomba yel-yel antarkontingen.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa persaingan dalam Finspora bukan hanya soal kemampuan individu. Kekompakan, persiapan dan kerja sama tim turut menentukan hasil akhir.

FB IMG 1786876089404

Finspora sendiri merupakan agenda dua tahunan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI). Tahun ini, pelaksanaannya diperkuat melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara.

Pesertanya berasal dari kalangan perbankan dan industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara.

Karena itu, Finspora tidak semata-mata ditempatkan sebagai pertandingan olahraga dan seni. Ajang tersebut menjadi ruang mempertemukan para pelaku industri keuangan dalam suasana yang lebih cair.

Screenshot 20260816 185208 Gallery

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi dan Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulawesi Tenggara Arya Prabu Rizal turut hadir dalam malam penutupan.

Sejumlah pimpinan industri jasa keuangan juga menyaksikan penyerahan penghargaan kepada para pemenang.

Saat piala bergilir diserahkan kepada Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar, sorotan pun tertuju kepada kontingen Bank Sultra yang berhasil mengungguli peserta lainnya.

Andri menyebut capaian tersebut tidak lahir secara instan.

Menurutnya, para atlet Bank Sultra harus membagi waktu antara latihan dan tanggung jawab utama mereka sebagai pekerja perbankan.

“Kemenangan ini merupakan bukti semangat kebersamaan, kerja keras dan sportivitas seluruh karyawan Bank Sultra,” ujar Andri.

Ia menilai lima emas dan dua perak yang diraih menjadi bukti dedikasi para pegawai yang ikut bertanding sekaligus membawa nama institusi.

Namun bagi Andri, piala bukanlah satu-satunya hasil yang ingin dibawa pulang.

Lebih penting dari itu adalah terbentuknya kebersamaan dan soliditas di antara insan Bank Sultra.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh insan Bank Sultra untuk terus memberikan kinerja terbaik, tidak hanya di arena olahraga dan seni, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas pelayanan perbankan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Finspora 2026 pun ditutup dengan satu catatan menarik.

Di tengah persaingan antarindustri jasa keuangan, Bank Sultra berhasil menunjukkan performanya di arena olahraga dan seni.

Lima emas, dua perak dan satu piala bergilir menjadi hasil akhirnya.

Kini tantangannya bukan lagi bagaimana merebut piala.

Melainkan bagaimana semangat kompetisi, disiplin dan kekompakan yang terbentuk di Finspora dibawa kembali ke ruang kerja dan diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tenggara*