KENDARI, Kongkritpost.com-Eskalasi konflik penggunaan lahan di kawasan industri kembali memanas. Seorang pengawas jalan produksi PT Toshida Indonesia, La Ode Tahir, dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penganiayaan berat oleh sekelompok massa pada Jumat 10 April 2026

Insiden tersebut kini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Kolaka dengan nomor STPLP/B/266/III/2026/SPKT/Polres Kolaka/Polda Sulawesi Tenggara.

General Manager PT Toshida Indonesia, Umar, S.S.I, menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WITA saat korban menertibkan akses jalan di area kerja perusahaan yang masuk dalam kawasan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) milik PT Toshida Indonesia Ujar Umar dalam laporanya di polres kolaka Jumat (10/4/2026)

Menurutnya, korban menutup akses jalan yang sebelumnya dibuka secara sepihak tanpa izin. Namun, situasi berubah ketika sekelompok massa dalam jumlah besar tiba di lokasi dan diduga telah dimobilisasi secara terorganisir.

“Korban melakukan penutupan akses jalan yang sebelumnya dibuka tanpa izin. Saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba datang massa dalam jumlah besar,” ujar Umar

Ia menambahkan, massa tersebut diduga dipimpin oleh seorang pria berinisial AG dari PT MPP yang disebut sebagai anak perusahaan PT Rimau.

Pihak perusahaan juga mengaitkan kehadiran massa dengan aktivitas penggunaan akses jalan produksi di kawasan Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) tanpa persetujuan.

Ketegangan di lokasi semakin memuncak ketika massa melakukan pengepungan dan pelemparan batu.

Berdasarkan keterangan pelapor, penyerangan bahkan menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan korban mengalami luka robek serius pada lengan kiri bagian dalam.

“Korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam saat mempertahankan area kerja perusahaan,” lanjut Umar

Usai kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis, sementara pihak perusahaan melaporkan insiden tersebut ke kepolisian. Dokumen penerimaan laporan diketahui ditandatangani oleh Banit III SPKT Polres Kolaka, Aipda Achmad Akbar.

PT Toshida Indonesia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap dugaan aktor intelektual di balik penyerangan yang disebut terorganisir. Perusahaan menilai langkah tegas diperlukan guna menjamin keamanan investasi serta keselamatan pekerja di kawasan industri tersebut.

Sementara itu, dugaan keterlibatan PT MPP dan PT Rimau hingga kini belum dapat dikonfirmasi. Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan.

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait*