KENDARI, Kongkritpost.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus dikebut. Pemerintah Kota Kendari bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi untuk memastikan program tersebut berjalan lebih cepat, merata, dan tepat sasaran sepanjang 2026.

Rapat koordinasi digelar di Aula Samaturu, Kantor Wali Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Pertemuan dipimpin Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, didampingi Wakil Wali Kota Sudirman dan Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan.
Hadir pula Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/BGN Regional Sulawesi Tenggara Maharanny Puspaningrum, Korda BGN Sultra Mulyadi, unsur Forkopimda, kepala OPD, pengelola SPPG hingga mitra pelaksana MBG.
Di atas meja rapat, satu angka menjadi perhatian utama: 90,66 persen.

Angka tersebut menunjukkan cakupan layanan MBG di Kota Kendari yang saat ini telah menjangkau 112.193 penerima manfaat dari total target 123.756 orang.
Artinya, masih ada sekitar 11.563 penerima manfaat yang harus dikejar agar seluruh target dapat terlayani.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan, percepatan MBG tidak bisa dibebankan hanya kepada BGN maupun pengelola SPPG.
Menurutnya, program tersebut merupakan Program Strategis Nasional sehingga pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, hingga berbagai pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu irama.

“Pelaksanaan MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN atau SPPG semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Siska.
Ia meminta koordinasi antarlembaga diperkuat untuk mengantisipasi persoalan yang mungkin muncul dalam proses perluasan layanan.
Sebab, MBG bukan sekadar urusan menyediakan makanan lalu membagikannya kepada penerima manfaat.
Program ini juga menyentuh isu kesehatan, penurunan stunting, pemberdayaan masyarakat hingga perputaran ekonomi lokal.

Data BGN menunjukkan, dari 112.193 penerima manfaat yang telah terlayani, sebanyak 90.880 merupakan peserta didik.
Kemudian 8.448 guru dan tenaga kependidikan serta 12.865 orang dari kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Untuk menopang layanan tersebut, saat ini sudah terdapat 41 titik SPPG yang beroperasi di Kota Kendari.
Maharanny mengatakan cakupan layanan telah mencapai 90,66 persen. Sementara 9,34 persen sisanya masih dalam proses persiapan, seiring penambahan unit SPPG baru.

Yang menarik, efek MBG di Kendari tidak berhenti pada penerima makanan.
Program tersebut juga menciptakan lapangan kerja. Sebanyak 2.042 orang saat ini terlibat dalam operasional dapur MBG, mulai dari kepala SPPG, staf hingga relawan.
Dari jumlah tersebut, 95,4 persen merupakan warga yang berdomisili di Kota Kendari.
Bagi Pemkot Kendari, angka itu menunjukkan MBG memiliki efek ekonomi yang cukup besar.
Karena itu, Siska meminta pasokan bahan baku makanan untuk dapur MBG sedapat mungkin memanfaatkan potensi lokal.
OPD terkait diminta membangun kolaborasi. Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta perangkat daerah lainnya dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing.
Petani, nelayan, pelaku UMKM dan tenaga kerja lokal diharapkan tidak sekadar menjadi penonton dari program nasional tersebut.
“Program MBG memberikan multiplier effect yang signifikan,” ujar Siska.
Ia menilai program ini dapat menjadi stimulus ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan lahan pekarangan serta pemberdayaan UMKM.
Dengan capaian 90,66 persen, pekerjaan Kendari sebenarnya sudah berada di tahap akhir.
Namun justru pada tahap inilah koordinasi menjadi penting. Sebab, mengejar sisa 9,34 persen bukan hanya soal menambah dapur SPPG.
Ada soal ketersediaan bahan baku, distribusi, tenaga kerja, keamanan pangan, ketepatan sasaran dan kesinambungan layanan.
Pemkot Kendari bersama BGN dan Forkopimda pun menyatakan komitmennya memperkuat sinergi agar seluruh target penerima manfaat dapat segera dijangkau.
Targetnya jelas: MBG berjalan optimal, aman, akuntabel dan tepat sasaran.
Sebab pada akhirnya, program ini bukan hanya tentang berapa banyak porsi makanan yang dibagikan.
Lebih jauh, MBG adalah investasi untuk memastikan anak-anak Kendari tumbuh sehat, kelompok rentan mendapat asupan bergizi, sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat lokal(Red)











