KENDARI, Kongkritpost.com- Angka 42 ribu bukan angka kecil. Apalagi jika yang dibicarakan adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Di Sulawesi Tenggara, angka itu menjadi perhatian ketika Ridwan Bae dan Gubernur Andi Sumangerukka tampil bersama dalam momentum penyerahan simbolis bantuan perumahan bagi masyarakat.
Penyerahan tersebut berlangsung di tengah agenda pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara. Dua tokoh itu memperlihatkan pesan yang lebih luas dari sekadar seremoni politik, pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan wakil rakyat di parlemen Pada Minggu (1/10/2026)
Program bantuan perumahan yang diperjuangkan Ridwan Bae di tingkat pusat disebut menyasar masyarakat yang membutuhkan hunian layak di berbagai kabupaten dan kota di Sultra.
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, rumah bukan sekadar bangunan dengan atap dan dinding. Di dalamnya ada rasa aman, kesehatan keluarga, kepastian tempat tinggal, sekaligus kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, program perumahan memiliki dimensi sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.
Ridwan Bae menegaskan, pemenuhan kebutuhan rumah layak merupakan bagian dari hak dasar masyarakat. Ia menyebut bantuan tersebut sebagai hasil pengawalan aspirasi rakyat yang terus diperjuangkan melalui jalur parlemen.
Menurutnya, pembangunan perumahan tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Dibutuhkan koordinasi dan komitmen antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para wakil rakyat.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya Ridwan Bae dalam memperjuangkan program strategis nasional agar dapat dirasakan masyarakat daerah.
Pemerintah Provinsi Sultra, kata dia, siap memperkuat sinergi agar bantuan perumahan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Namun, ada pekerjaan penting setelah penyerahan simbolis dilakukan, memastikan setiap program tepat sasaran, kualitas bangunan memenuhi standar, dan penerima benar-benar berasal dari kelompok yang berhak.
Sebab, keberhasilan program rumah rakyat tidak cukup diukur dari banyaknya kunci yang diserahkan dalam sebuah acara. Ukuran sesungguhnya adalah berapa banyak keluarga yang akhirnya bisa tinggal di rumah layak, aman, dan sehat.
Momentum tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan Ketua DPD dan jajaran pengurus Partai Golkar Sultra. Kehadiran Ridwan Bae dan Andi Sumangerukka sekaligus memperlihatkan pertemuan antara agenda politik dan kepentingan pembangunan daerah.
Bagi Sultra, program 42 ribu unit perumahan itu membawa harapan besar. Jika realisasi, distribusi, dan pengawasannya berjalan sesuai sasaran, manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat melalui aktivitas pembangunan.
Pada akhirnya, rumah rakyat tidak membutuhkan banyak slogan. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang sampai ke pintu rumah warga.
Dan 42 ribu rumah itu kini menjadi angka besar yang menuntut satu pembuktian: manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Catatan redaksi, Angka 42 ribu dalam naskah mengikuti bahan informasi yang diberikan. Sebelum tayang, sebaiknya dipastikan apakah angka tersebut merujuk pada unit yang telah diserahkan, dialokasikan, atau menjadi target program kedepan*




