KENDARI, Kongkritpost.com– Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mengingatkan pegawai lingkup Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sulawesi Tenggara, agar meghindari pelanggaran.

Menurut Razilu secara langsung menyampaikan hal itu mengawali sambutanya dalam kegiatan gerbang transisi bergerak bangkitkan kesadaran, inspirasi dan motivasi di aula Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara, Jumat (9/6/2023).

Adapun Razilu mengatakan Kemenkumham ibarat sebagai kapal sedangkan pagawai sebagai kru kapal, ia membagi dua ketegori kru kapal.

Kategori pertama, mereka yang berusaha membuat kapal ini tenggelam, dan kategori kedua kru yang selalu cinta, merawat dan memberikan berbagai macam kontribusi supaya kapal bisa bergerak dengan penuh kewibawaan.

“Silahkan bapak-ibu merenungi, apakah masuk dalam ketegori kru pertama atau masuk pada ketegori kru kapal yang ke dua,” kata Razilu.

Jelas Razilu, tidak segan segan memberikan sangsi tegas hingga pemberhentian bagi yang melakukan pelanggaran berat/parah.

Jika ditemukan kategori kru kapal pertama yang membuat lubang-lubang pada kapal untuk segera diberikan peringatan, Satu orang saja yang melanggar sangat bahaya, apalagi lebih dari satu orang,” ujar Razilu.

Selain itu Razilu, di antaranya pelanggaran yang harus dihindari yakni pidana umum, pungli dan suap, tidak masuk kerja, narkotika, penyalahgunaan wewenang, perselingkuhan dan pelarian napi akibat kelalaian.

“Bapak-ibu yang sudah diberikan kewenangan bukan untuk disalahgunakan, tetapi mesti dijalankan dengan bertanggung jawab,” jelas Razilu.

Ditambahkan Razilu, Berkenaan dengan itu, sumberdaya manusia (SDM) sangat penting untuk menunjang kinerja Kementerian Hukum dan HAM.

Hal ini menjadi penekanan Wamenkumham, Edward Omar Sharif Hiariej pada saat pelaksanaan rapat kerja kepegawaian Kementerian Hukum dan HAM tahun 2023 di Jakarta” jelasnya.

Dikatakan oleh Razilu, kualitas sumber daya manusia ditentutan oleh rekrutmen dan pendidikan. Jika menjalankan tugas dengan baik maka jenjang karir tentu berjalan baik pula. Jika inputnya baik maka outputnya juga baik, namun apabil ketika inputnya baik tetapi outputnya tidak baik maka pasti ada yang salah dalam pola rekrutmennya, dan jika sebaliknya inputnya jelek dan outputnya baik maka proses jenjang karingnya berjalan dengan baik.

Menurutnya ada tiga kata kunci yang perlu dilaksanakan dalam tugas sehari-hari yakni integritas, transparasi dan akuntabilitas. Integritas harus dibarengi dengan kedisiplinan, kejujuran dan etika. Transparansi dan akuntabilitas harus dibarengi profesional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.

“Jika 3 kata kunci ini dilaksanakan, maka pelayanan publik akan dilakukan secara maksimal,” ujar Edward Omar Sharif Hieariej dilansir dari instagram kanwilkemenkumhamsultra. (Usman) Exacto Creditant