KOLTIM, Kongkritpost.com– Staf Khusus Kementerian Pertanian, Profesor Muhammad Arsyad, bersama Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol (P) Dr. (HC) Andap Budhi Revianto, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, melakukan monitoring terhadap Program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Pompanisasi di Kabupaten Kolaka Timur. Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan program pemerintah pusat dan daerah berjalan sesuai target, terutama dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Rombongan yang dipimpin oleh Sekda Provinsi Sultra ini didampingi oleh Pjs Bupati Koltim, jajaran Forkopimda Koltim, Danrem 143/Halu Oleo, Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Sultra, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, serta kelompok tani setempat. Kehadiran mereka menandakan pentingnya sinergi antara berbagai elemen untuk mencapai keberhasilan dalam sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Sekda Sultra Asrun Lio menjelaskan bahwa Sulawesi Tenggara, dengan luas daratan mencapai 36.068 m2, hanya memanfaatkan 28 persen dari luas tersebut untuk sektor pertanian. Namun, dengan populasi 2,7 juta penduduk yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari sektor ini, kontribusi pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 24,15 persen pada triwulan II 2024 ujar Rabu (2/10/2024)
“Pertanian memainkan peran vital dalam perekonomian Sultra. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung peningkatan produktivitas melalui program seperti Perluasan Areal Tanam dan Pompanisasi,” ujar Asrun Lio.
*Suksesnya Program Perluasan Areal Tanam*
Program PAT yang digalakkan oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk memaksimalkan lahan dan air agar produksi tanaman pangan meningkat, sehingga petani mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. Target PAT di Sultra untuk tahun 2024 adalah 9.667 hektar, namun hingga 1 Oktober 2024, realisasi mencapai 10.873 hektar atau 112,48 persen. Di Kabupaten Kolaka Timur, target 550 hektar berhasil terlampaui dengan capaian 644,5 hektar (120,82 persen).
*Pompanisasi: Solusi Kekeringan Musim Kemarau*
Selain PAT, pemerintah juga fokus pada program pompanisasi yang memberikan bantuan mesin pompa air guna memastikan suplai air yang stabil di areal persawahan, terutama di musim kemarau. Provinsi Sultra memperoleh 1.142 unit pompa air, di mana 420 unit sudah dimanfaatkan, sementara sisanya masih dalam proses pendistribusian. Kabupaten Koltim sendiri menerima alokasi 330 unit, dengan 220 unit sudah didistribusikan ke petani.
Irigasi perpompaan juga menjadi faktor kunci dalam peningkatan produktivitas. Sultra mendapat alokasi 195 unit irigasi, dan hingga saat ini, 56 unit sudah selesai pengerjaan, 84 unit mencapai 70 persen, dan sisanya dalam tahap administrasi. Untuk Koltim, dari tujuh unit yang dialokasikan, pengerjaan telah mencapai 70 persen.
Asrun Lio menutup kunjungan ini dengan memberikan apresiasi kepada Prof. Muhammad Arsyad dan Kementerian Pertanian yang telah mendukung penuh program-program pertanian di Sultra. “Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak di Bumi Anoa ini. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi kesejahteraan para petani kita,” tandasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk terus memperkuat sektor pertanian, dengan harapan bisa meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara( Red)


