KENDARI, Kongkritpost.com- La Ode Tariala belum ingin berbicara panjang mengenai kabar pemberhentian dirinya dari kepengurusan Partai NasDem Sulawesi Tenggara. Ketua DPRD Sultra itu memilih menyelesaikan ibadah umrah terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan lebih jauh.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Senin (26/10/2026), La Ode Tariala menyampaikan bahwa dirinya masih berada di Mekkah, Arab Saudi. Ia belum bersedia berspekulasi mengenai kabar yang beredar dan menyatakan akan mempelajari persoalan tersebut setelah kembali ke Indonesia.

“Saya masih berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. Nanti setelah kembali ke Tanah Air baru saya pelajari dan berikan tanggapan resmi terkait dinamika ini,” ujarnya.

Jawaban singkat itu belum menjelaskan bagaimana La Ode Tariala menyikapi kabar pencopotan tersebut. Namun, ia memberi isyarat bahwa penjelasan yang lebih lengkap baru akan disampaikan setelah dirinya kembali ke Tanah Air.

Di tengah informasi yang berkembang, satu hal masih perlu diperjelas: status dan dasar keputusan yang disebut-sebut berkaitan dengan posisi La Ode Tariala di struktur partai Nasdem Tanpa penjelasan resmi dari pihak terkait, kabar pemberhentian tersebut perlu ditempatkan sebagai informasi yang masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Dinamika Partai dan Jabatan Ketua DPRD

Posisi La Ode Tariala membuat kabar tersebut mendapat perhatian tersendiri. Ia menjabat Ketua DPRD Sulawesi Tenggara untuk periode 2024–2029 sekaligus merupakan kader Partai NasDem.

Dua posisi itu berada dalam ranah yang berbeda. Kepengurusan partai berkaitan dengan tata organisasi dan keputusan internal politik, sedangkan jabatan Ketua DPRD merupakan bagian dari kelembagaan legislatif yang memiliki mekanisme tersendiri.

Karena itu, kabar perubahan posisi seseorang dalam struktur partai tidak serta-merta menjelaskan statusnya di lembaga legislatif. Jika memang terdapat keputusan resmi, dampaknya terhadap jabatan publik harus dilihat berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku, bukan semata-mata berdasarkan informasi yang beredar.

Di sinilah penjelasan dari pihak partai dan La Ode Tariala menjadi penting. Publik perlu mengetahui apa keputusan yang sebenarnya diambil, bagaimana dasar organisasinya, serta apakah keputusan tersebut berkaitan dengan posisi La Ode sebagai Ketua DPRD Sultra.

Hingga pernyataan singkat itu disampaikan, La Ode Tariala belum memaparkan sikap resmi ataupun langkah yang akan ditempuh. Ia juga belum memberikan penjelasan terperinci mengenai kemungkinan penyelesaian persoalan tersebut.

Pilih Tuntaskan Umrah, Penjelasan Menyusul

Untuk sementara, La Ode Tariala menegaskan bahwa perhatiannya tertuju pada ibadah umrah. Ia meminta doa agar seluruh rangkaian ibadahnya berjalan lancar sebelum kembali membahas persoalan organisasi.

“Saat ini saya ingin khusyuk menjalankan ibadah terlebih dahulu. Mohon doanya agar semua berjalan lancar,” katanya.

Ia menyatakan akan memberikan penjelasan mengenai urusan organisasi partai dan langkah selanjutnya setelah kembali ke Indonesia.

Sikap menunda penjelasan itu membuat sejumlah pertanyaan belum terjawab. Apakah kabar pemberhentian tersebut telah dituangkan dalam keputusan resmi? Bagaimana tanggapan lengkap La Ode Tariala? Dan apakah ada konsekuensi terhadap posisinya di DPRD Sultra?

Jawaban atas pertanyaan tersebut masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Untuk saat ini, La Ode Tariala belum menguraikan persoalan itu secara terbuka. Publik pun perlu menunggu klarifikasi resmi, baik dari dirinya maupun dari pengurus NasDem, agar dinamika internal partai tersebut dapat dipahami berdasarkan fakta dan mekanisme yang berlaku, bukan spekulasi*