KENDARI, Kongkritpost.com-Kota Kendari akan menjadi sorotan internasional saat menjadi tuan rumah UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia Pacific Forum 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–9 Mei mendatang. Agenda berskala global ini menjadi momentum strategis, bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pelaku usaha.

United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) merupakan organisasi regional terbesar di kawasan Asia-Pasifik yang menghimpun pemerintah daerah dari berbagai negara. Organisasi ini merupakan bagian dari jaringan global UCLG yang aktif mendorong kerja sama antar kota di seluruh dunia. UCLG ASPAC mewakili lebih dari 7.000 pemerintah daerah dengan total populasi sekitar 3,76 miliar jiwa atau hampir separuh penduduk dunia, sehingga menjadikannya forum strategis dalam pertukaran kebijakan dan pengalaman pembangunan.

Forum ini menjadi wadah kolaborasi antar pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman pembangunan, memperkuat jejaring internasional, serta mendorong inovasi kebijakan publik yang adaptif dan berkelanjutan. Tema yang diusung pada tahun 2026 adalah “Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economy,” yang menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekonomi inklusif, serta ketahanan kota menghadapi tantangan global.

Selain pariwisata, forum ini juga akan mengangkat isu strategis lainnya seperti lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, serta sektor kelautan dan perikanan yang menjadi potensi utama daerah pesisir seperti Kendari.

Penunjukan Kendari sebagai tuan rumah menjadi bentuk pengakuan atas potensi dan kesiapan kota ini sebagai daerah berkembang di Indonesia Timur yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

Penyelenggaraan kegiatan ini diperkirakan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, perputaran ekonomi lokal, peluang usaha bagi UMKM, hingga promosi budaya dan produk daerah. Forum ini juga membuka peluang masuknya investasi asing maupun domestik di berbagai sektor, seperti pariwisata, infrastruktur, dan ekonomi kreatif.

Ratusan delegasi dari berbagai negara Asia-Pasifik dijadwalkan hadir, termasuk kepala daerah, organisasi internasional, serta mitra pembangunan global. Pemerintah Kota Kendari sendiri telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, melakukan koordinasi dengan sekretariat UCLG ASPAC di Jakarta serta mempersiapkan berbagai aspek teknis di lapangan.

Persiapan tersebut meliputi penataan lokasi kegiatan, pelatihan Liaison Officer (LO), penyediaan interpreter, hingga peningkatan kualitas layanan bagi tamu internasional. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan kerja sama internasional seperti program sister city dengan Xi’an, Tiongkok. Jelasnya Sabtu (11/4/2026)

Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang, seperti terbukanya jejaring kerja sama global, peningkatan daya saing daerah, kolaborasi lintas sektor pembangunan, serta penguatan posisi Kendari di level internasional. Selain itu, efek ekonomi berantai juga diprediksi akan dirasakan oleh sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif lokal yang akan tumbuh seiring meningkatnya aktivitas internasional.

UCLG ASPAC 2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi panggung diplomasi antar kota yang dapat membawa Kendari naik kelas. Jika terselenggara dengan sukses, kota ini tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai pemain baru dalam peta kota global yang siap bersaing dan berkembang di masa depan*